
Judul: Sistem Dajjal
(Judul Asli : Dajjal the AntiChrist)
Penulis: Ahmad Thomson
Penerbit: Semesta Hadi Racana
Fisik: Sc. 176 hal. 24 x 16 cm
Di Negeri orang buta, si mata satu jadi raja
“Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Alloh akan menampakkan ketidakbenarannya”
Kira-kira seperti itulah percakapan yang terjadi antara sistem Dajjal dan orang Muslim. Dajjal menstigma setiap perkataan Muslim dengan sebutan “sihir”. Ini propaganda yang sudah mereka lakukan sejak zaman Nabi Musa. Para pendahulu mereka, yakni ahli sihir dan nujum Fir`aun. Hal ini sudah dijelaskan dalam surat Yunus ayat 80-81 diatas.
Seperti apa yang terjadi sebenarnya? Awam benar-benar tidak akan tahu. Hal ini bukan karena segala sesuatunya gaib dan terselubung. Akan tetapi propaganda dan kebohonganlah yang mendominasi kabar diatas tanah. Sehingga apa yang kita dengar dari pers dan pelajaran disekolah tidak sama sekali mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.
Mengapa hal ini dapat terjadi? Ahmad Thomson mendeskripsikan “selubung dusta” itu dengan begitu gamblang. Tidak hanya isinya, gaya penulisannya pun benar-benar keluar dari “normal” (hal yang disadari belakangan oleh penulis, bahwa ini standarisasi budaya Dajjal). Seperti yang diungkapkan pada Kata Pengantar yang terletak dibelakang pembahasan; “Buku ini adalah sebuah karya fiksi. Adalah sebuah berbetulan bila ada kesamaan antara apa yang dirinci dengan apa yang anda lihat”.
DAJJAL memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib.
Jelaslah bahwa sebelum si Dajjal sendiri (sebagai oknum) muncul, harus tersedia sistem yang mapan beserta para pengurusnya (sebagai budaya global dan kekuatan gaib), yang siap mendukung dan menaati Dajjal.
Ciri-ciri Dajjal banyak dijelaskan oleh oleh hadits-hadits shohih tentang kabar akhir zaman. Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasululloh Saw.. Fakta yang ada pada kita (seperti yang dijelaskan dalam buku ini), ternyata berkesesuaian dengan apa yang ada pada matan (redaksi) hadits. Maha Benar Alloh, Maha benar Rosul-Nya!
Apa-apa saja, yang dimaksud dengan ciri dan karakteristik Dajjal? Apa gejala dan seperti apa bentuk praktisnya?
Manusia moderen mungkin merasa nyaman dengan kehidupan (budaya) yang ada. Mereka aman dengan adanya unit pengaman sosial (Polisi). Mereka tenang dengan dengan adanya unit pendidikan (playgroup sampai perguruan tinggi), unit hukum (Hakim dan undang-undangnya; yang pidana dan yang perdata), unit perdagangan (Bank dan uang elektroniknya), unit kerja (korporasi), unit tunjangan sosial (asuransi) dan unit kesehatan (rumah sakit dan klinik 24 jam)... yang kesemuanya ini adalah bentuk sempurna dari tatanan sistem produsen-konsumen yang akan terus hidup dan berjalan dengan keringat mereka.
Apakah yang demikian yang dianggap sebagai budaya Dajjal, sedangkan kita hidup dan menghidupinya? Bagaimana pula, sistem yang lengkap serta sempurna ini adalah buruk? Dan apakah ada yang bisa menggantikannya? Sungguh sulit untuk dibayangkan!!!
Bagaimana kita bisa hidup aman tanpa Polisi? Bagaimana kita bisa pintar tanpa sekolah? Bagaimana bisa berdagang tanpa Bank dan uang kertas? Bagaimana bisa mengatur tanpa KUHP? Bagaimana bekerja tanpa korporasi, sehat tanpa rumah sakit dan klinik dokter? Buku ini akan menjadi teman ngobrol bagi Anda yang ingin curhat seputar kebobrokan sistem yang ada.
Mualaf yang sudah berkeliling dunia Islam dan banyak menulis tentang sejarah dan peradaban ini tidak hanya mengharamkan “Negara Islam”, beliau juga menyebut “Agama Islam” sebagai bentuk “bid'ah” yang menyesatkan. Melalui banyak pendekatan budaya, Thomson menguraikan analisisnya mengenai tatanan dunia.
Sistem produsen-konsumen yang merupakan tatanan kompleks yang sempurna. Sempurna dengan pengaman dan jebakan. Siapa yang menyerangnya akan terpedaya dan terdusta (ya, inilah Dajjal). Siapa yang melawannya akan sampai pada kemenangan semu, dan mungkin sistem Dajjal akan membuat Anda seolah pahlawan dunia. Hitler dan Ezra Pound adalah saksinya.
Hanya yang benar-benar mengerti tentang konfrontasi yang bisa mencari jalan keluar. Tapi hanya mereka yang meyakini Alloh saja yang benar-benar bisa keluar. Anda yang selesai membaca buku ini mungkin akan berpendapat sama seperti saya dan penulisnya: TAK PERLU MELAWAN, MARI MENINGGALKAN.

Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu.
BalasHapus