Antara Minyak, US Dollar dan Kebrutalan Polisi? Adakah hubungan diantara 3 hal tersebut? Silakan pembaca sekalian yang menyimpulkan sendiri.

Mari kita mulai pembicaraan kita dari minyak bumi. Benda yang satu ini telah membuat pusing banyak orang sejak seabad terakhir. Kalau kita baca sejarah, Rudolf Diesel adalah orang pertama yang sungguh-sungguh memikirkan masalah yang akan ditimbulkan si emas hitam. Dia tahu kalau si emas hitam pasti akan membuat sulit banyak orang di masa yang akan datang. Oleh karena itu ia bersungguh-sungguh bekerja keras membuat mesin yang tidak pakai bahan bakar dari minyak bumi. Lalu muncullah mesin diesel. Mesin yang diniatkan akan menggunakan minyak yang terbuat dari kacang-kacangan. Lalu kenapa sekarang mesin diesel pakai solar? TANYA KENAPA?

Lalu tahukah anda, bahwa dalam sejarah kita ketahui, kalau mobil dulunya banyak dikembangkan akan menggunakan mesin listrik? Lalu kenapa sekarang penelitian mobil listrik justru lebih lambat perkembangannya dibanding mobil bensin atau solar? TANYA KENAPA?


Kenapa minyak bumi dibiarkan akhirnya menjadi komoditas yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia se-planet bumi? Kiranya itulah pertanyaan yang semestinya ada dalam benak tiap orang yang berakal?

Sekarang mari kita lihat fakta seputar US Dollar! Semenjak berakhirnya perang dunia ke-2, US dollar menjadi raja dalam dunia perdagangan internasional. Pada waktu itu hanya Amerika Serikat lah yang terkena dampak yang paling minim dari perang tersebut. Otomatis satu-satunya negara yang kemudian bisa menjadi pemasok kebutuhan barang dagangan pasar internasional adalah paman sam. Oleh karena semua negara berdagang dengan paman sam, maka US dollar menjadi sesuatu yang diterima di semua negara.


Selain itu, setelah perang dunia ke-2, harga minyak bumi gila-gilaan di pasar internasional. Atas inisiatif AS, dibentuklah OPEC. OPEC menjadi organisasi resmi dunia yang beranggotakan negara-negara produsen minyak. OPEC dibentuk dengan harapan bisa menjadi organisasi yang bisa mengontrol tingkat produksi minyak mentah dunia agar hanga minyak tidak naik gila-gilaan seperti saat perang dunia ke-2. Dengan adanya OPEC maka proses demand dan supply minyak bumi di pasar internasional bisa berjalan dengan sewajarnya. Celakanya, ternyata yang kemudian ditetapkan sebagai mata uang yang dipakai dalam perdagangan minyak antar negara adalah US dollar. Selain mata uang US dollar dilarang digunakan sebagai mata uang untuk jual beli minyak.

Kemudian mari kita lihat apa yang terjadi saat sebuah negara tidak mau mematuhi perintah OPEC. Irak adalah negara yang mesti kita amati dalam hal ini. Kenapa sih negara Saddam Hussein diserang Amerika Serikat? Kenapa sih Eropa minus Inggris, menolak untuk membantu AS menyerang Irak? Padahal pada perang teluk jilid pertama tahun 1991, AS dan Eropa kompak menghajar negeri 1001 malam. Ini semua berkaitan dengan kebijakan Saddam Hussein dalam perdagangan minyak mentah yang diproduksinya. Sesaat setelah ada euro (mata uang uni eropa), Irak hanya menjual minyaknya bila dibeli dengan euro. Maka apa yang terjadi? BOOM, BOOOOM, BOOOOOM, dan rudal-rudal pun berterbangan.

Nah, baru sekarang kita lihat POLRI. Sejak ramai-ramainya isu terorisme di nusantara, institusi bapak-bapak yang berseragam coklat banyak mendapat lembaran-lembaran US dollar dalam rangka kerjasama memberantas terorisme. Angkanya sampai ratusan juta dollar. Konon kabarnya itu untuk menangkap Amrozi, Imam Samudra, Azahari, Noordin M Top dan kawan-kawannya yang kemana-mana pakai sarung. Bayangkan ratusan juta dollar untuk menangkap orang-orang tak bersenjata secanggih densus 88. Menurut kabar bahkan senjata densus 88 jauh lebih keren daripada senjata TNI. Kalau densus 88 sudah pakai MP5 Hokler & Koch yang terkenal canggih, masih banyak Tentara Nasional Indonesia yang masih memakai senjata peninggalan perang dunia ke-2 (coba tengok ke gudang-gudang senjata TNI, pasti banyak senapan seumuran senapan Thompson buatan Inggris peninggalan NICA).

Semenjak itu, POLRI aktif memburu orang-orang yang mirip seperti Osama bin Laden. Contoh Abu Bakar Ba'asyir. Pengadilan yang tak bisa membuktikan kaitan antara al Qaeda dengan Abu Bakar Ba'asyir tetap saja menghukum Ustadz yang mirip dengan Osama dalam hal jenggot (disarankan untuk yang berjenggot agar berhati-hati). Alih-alih terlibat terorisme, Abu Bakar Ba'asyir dihukum karena masalah keimigrasian (biar gak malu tuch).

Akhirnya kita sampai pada pertanyaan utama. Apakah ada hubungannya antara Minyak Bumi, US dollar dengan Kebrutalan Polisi dalam menangani masalah demonstrasi menolak kenaikan harga BBM? Kenapa orang-orang yang tergugah melihat kesulitan yang dialami oleh rakyat yang harusnya dilindungi Polisi kok malah digebukin Polisi? Mahasiswa di Makassar, di Lampung, Surabaya, di jl. Merdeka Timur dan yang terakhir di Universitas Nasional Jakarta menjadi korban dari kebrutalan Polisi (Sekedar mengingatkan, Abu Bakar Ba'asyir pun sama diperlakukan secara brutal, dia diseret saat terbaring sakit di rumah sakit PKU Muhammadiyah Solo). Tentu kita akan bergembira bila yang diperlakukan seperti itu oleh Polisi adalah Edi Tanzil, Adelin Lis, atau para koruptor BLBI. Lalu pelindung siapakah Polisi? Pelindung rakyatkah? Pelindung yang punya uangkah? Karena kesamaan antara AS, Adelin Lis, Edi Tanzil dan para koruptor kakap adalah SAMA-SAMA PUNYA UANG! Selanjutnya terserah anda berkesimpulan seperti apa!


Oleh: Abdi Halim, Mahasiswa UI, FIB '03
Axact

Empiris

Episentrum Pengkajian Islam dan Riset Sosial mengorientasikan diri untuk menjadi katalisator terwujudnya Mulkiyah Allah di muka bumi, dan bersama-sama menggalang kekuatan kolektif dari potensi-potensi yang telah sejak lama berada dipangkuan Ummat Islam... Billahi Hayaatuna Wallahu Fii Hayatil Mustadz'afin... Hidup Kita Bersama Allah, dan Allah Berada Dalam Kehidupan Kaum Tertindas... Inna fatahna laka fathan mubina...

Post A Comment:

2 comments:

  1. kl ditanya apa hubungan mnyak, US$ & polisi brutal, bakalan panjang urusan nya..
    secara :
    1. BBM memang harus naik coz harga minyak mentah dunia mmg naik.
    ga cuman di endonesah aja, tp rata ampe ke eropa.
    trahir *td mlm 4-6-08* BBM di malesYah jg udah naek jd RM 2,70, yg artinya lebih dari 2x harga BBM di endonesah..
    silahkan bersyukur, di sini ga semahal itu..
    2. US$ ..hmmm.. ga tau deh!
    3. kebrutalan polisi.. kl kaitan nya dg kasus UNAS, sy ga bisa jwb, scr sy ga liat kejadian nya dg mata kepala sndr, mending masing2 pihak instropeksi..
    yg satu : panteskah menyerbu masuk kampus..?
    satu nya lg : panteskah kampus diserbu..?
    hanya dua pihak itu yg tau jawaban nya..

    tp kl ngomongin PULISI.. hmmm *kl boleh terus terang..*
    penegak hukum yg satu ini sering kali jd cemo'ohan org2. apa mau dikata, itu akibat ulah nya sendiri.
    -ga ada wibawa, tukang malak di jalan & di markas
    di jalan bikin rambu yg ketutup pohon, jd ada alesan buat malak
    kl lapor ilang ayam, endingnya malah ilang kambing!
    -ga bisa diharapin jd penegak hukum
    akhirnya masyarakat inisiatif jd polisi moral dg cara sendiri *jgn salahkan!*
    -penegak hukum yg melanggar hukum!
    banyak pulisi maen judi, pelanggan lokasi pelacuran, pengguna narkoba, cincaylah *kasih duit urusan slesai..*

    btw.. saya tidak menuduh semua pulisi kaya gitu.. saya tau persis ada pulisi yg baik & jujur.. sayangnya jumlahnya terbatas..

    BalasHapus
  2. Anonim17.24

    Fakta 1:
    Minyak di pasaran internasional mesti dibeli dengan dollar.

    Fakta 2:
    Tingkat kenaikan harga minyak tidak sebanding dengan tingkat kenaikan demand akan minyak.

    Fakta 3:
    Iraq, yang "nakal" menjual minyaknya dengan euro langsung dihancurkan dengan peperangan. Buktinya: sampai sekarang senjata pemusnah massal yang dituduhkan Bush Jr. tak terbukti keberadaannya.

    Fakta 4:
    Akibat memerangi Iraq, Amerika Serikat mesti mengeluarkan banyak dollar. Laporan resminya saja, anggaran negara itu sempat defisit 400 miliar dollar. Kalau 400 miliar dollar itu adalah tip of the iceberg, berapakah junlah total dollar yang digelontorkan Amerika Serikat ke dunia internasional?

    Pertanyaan:
    Mungkinkah kenaikan harga minyak diakibatkan oleh menurunnya nilai dollar di hadapan minyak? Mungkinkah kenaikan harga minyak diakibatkan oleh karena terlalu banyaknya dollar yang beredar di dunia internasional?

    BalasHapus

Bro, ekspresikan ruhul jihad mu !!!